Berawal dari kebiasaan menikmati camilan bonggolan kerupuk dan survei di Desa Srowo, Kec. Sidayu, Kab. Gresik, dua mahasiswa AKSI—Rizki Fardhandi Umam dan Andika Azam—melihat tantangan pada proses pemotongan bonggolan. Banyak perajin masih memotong manual, sebagian memakai mesin berukuran besar yang hanya terjangkau kelompok bermodal. Jika dipotong manual, dua orang perajin rata-rata menghasilkan sekitar 300 bilah/hari; dengan alat mereka, kapasitas dapat meningkat hingga sekitar 6.500 bilah/hari.
Sebagai mahasiswa Prodi Teknik Perawatan Mesin dan Peralatan Industri, mereka merancang hingga memanufaktur mesin secara bertahap: desain dengan AutoCAD, pengelasan rangka (SMAW dan OAW), pembubutan poros dan pulley (machining), fabrikasi & instalasi, lalu pengecatan (finishing). Proses ini dibimbing oleh Farid Mujayyin, S.Pd., M.T. pada mata kuliah Teknologi Bahan.
Cara kerja mesin mengandalkan pisau pemotong pada piringan yang berputar, digerakkan melalui sistem poros–pulley–v-belt bertenaga sewing machine motor 120 W — 7.500 rpm. Dimensi unit sekitar 25 × 25 × 25 cm. Kelebihannya: ukuran lebih kecil, pemotongan lebih cepat dan efisien, kinerja memadai untuk kebutuhan perajin, serta hasil potongan rapi. Harapannya, alat ini dapat diajukan sebagai Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan disumbangkan kepada warga Srowo sebagai wujud pengabdian masyarakat.
