Komunikasi kita lakukan setiap hari, namun tidak semua orang mendapatkan materi communication skill yang baik. Banyak masalah pekerjaan berawal dari miskomunikasi. Padahal, cara berkomunikasi yang tepat sangat menentukan apakah pesan kita dipahami sesuai harapan.
Definisi. Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, emosi, gagasan, dan keahlian melalui simbol—kata, gambar, angka, dan lain-lain. Intinya: mengalihkan ide dalam pikiran kita kepada orang lain.
Proses komunikasi (tiga fokus utama):
- Menyampaikan pesan dengan baik. Perhatikan tata bahasa, gestur tubuh, dan ekspresi wajah.
- Memastikan pesan tersampaikan. Gunakan intonasi yang tepat (marah, sedih, gembira, dsb.) agar makna tidak bergeser.
- Memastikan pesan dipahami. Kuasai materi yang diucapkan dan bangun empati pada pendengar agar mereka mudah mengerti.
Bentuk-bentuk komunikasi:
- Internal (dalam organisasi): vertikal (atasan–bawahan, formal), horizontal (antarkaryawan, nonformal), dan diagonal (lintas bagian/level).
- Eksternal (dengan pihak di luar organisasi).
Hal yang perlu diperhatikan saat berkomunikasi:
- Postur tubuh. Sesuaikan: tegap/santai sesuai konteks.
- Nada bicara. Jaga ritme dan tekanan agar pesan jelas.
- Pilihan kata. Gunakan diksi yang dipahami audiens—tidak semua orang akrab dengan istilah yang sama.
Kesimpulan. Komunikasi efektif terjadi bila ada pertukaran informasi dua arah antara komunikator dan komunikan, serta keduanya memberi respons yang baik.
