Cara menjadi agen/pemasar/marketing properti tidak sulit asalkan memiliki kemauan, jujur, keuletan, dan yang terutama pantang menyerah. Setelah itu, barulah masuk ke syarat berikutnya seperti memiliki kendaraan sendiri, bisa berupa sepeda motor atau mobil.
Semua syarat ini dibuat untuk diri kita sendiri—bukan orang lain. Jika kita bersungguh-sungguh belajar dan melakukan sesuatu yang memberi hasil baik, kitalah yang merasakan manfaatnya.
Sikap ulet, pantang menyerah, dan jujur akan membuat orang lain semakin menyukai dan mempercayai kita. Dengan modal itu, produk properti yang kita tawarkan pun akan terlihat berkualitas.
Memiliki kendaraan sendiri memudahkan kita mencari dan menjual properti. Bukan kewajiban, tetapi jelas membantu. Menggunakan transportasi umum tetap memungkinkan memperoleh penghasilan dari bisnis properti, hanya saja kurang praktis.
Banyak yang memulai dengan sepeda atau angkutan umum. Seiring berkembangnya jaringan dan kepercayaan, barulah mampu membeli kendaraan untuk menunjang aktivitas pemasaran.
Setelah modal mental terbentuk, tambahkan keahlian: negosiasi, marketing, teknik menjual dan membeli properti, serta memahami bagaimana memperbaiki properti yang kurang layak menjadi menarik.
Dengan kemampuan negosiasi, kita bisa menemukan properti berkualitas dengan harga bersahabat. Ingat prinsip win–win solution: pembeli senang, penjual senang, agen pun senang.
Marketing berarti mampu menjual atau menyewakan properti yang kita pegang atau yang mempercayakan kepada kita. Buatlah diri dan penawaran kita terlihat, sehingga calon pelanggan terdorong untuk membeli.
Keahlian membeli dan menjual akan meningkat lewat praktik berkelanjutan serta perluasan jaringan. Semakin luas jaringan, semakin besar peluang transaksi.
Dunia properti juga menuntut kreativitas. Tanpa kreativitas, sulit bertahan dan keuntungan menjadi terbatas. Pribadi kreatif akan menemukan cara membuat properti lebih nyaman dan layak, sehingga nilai jualnya meningkat.
